Fokus utama praktikum di Mallawa adalah mendalami teknik perhitungan lintang dan bujur suatu objek alam seperti gunung atau bukit. Mahasiswa dibekali dengan alat-alat navigasi berbasis digital dan mengajarkan cara mengintegrasikan data ketinggian dan sudut pandang untuk menentukan koordinat secara akurat, praktik yang sangat relevan dengan ilmu geodesi dan pemetaan. Selain itu, mereka juga melakukan penelusuran sungai di kawasan tersebut. Kegiatannya meliputi pengamatan baru bara, dolina, air panas, pengukuran dalam sungai, lebar sungai, kecepatan arus sungai dan pengambilan beberapa sampel guna untuk memahami proses erosi dan deposisi yang membentuk bentang alam Maros.
Keterlibatan asisten praktikum berperan penting dalam kelancaran kegiatan, memfasilitasi kelompok kecil dan membantu mengatasi tantangan teknis di lapangan. Pak Anas Irwan, S.Pd., M.Pd., tekanan bahwa praktikum ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis siswa dalam perhitungan geofisika, tetapi juga memupuk keterampilan observasi dan kerja sama tim. Diharapkan, pengalaman langsung di alam terbuka ini dapat memperkuat pemahaman siswa tentang korelasi antara fisika dan fenomena kebumian, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Para mahasiswa menyambut antusiasme kegiatan ini, melihatnya sebagai jeda yang menyegarkan dari rutinitas kuliah di dalam kelas. Mereka tidak hanya menyelesaikan tugas mata kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang secara langsung menunjukkan aplikasi ilmu fisika dalam konteks geosains. Praktikum lapangan di Desa Mallawa ini ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi, di mana mahasiswa memadukan data yang mereka kumpulkan. Hasil praktikum ini akan menjadi laporan akhir yang merefleksikan kemampuan mereka dalam menguasai konsep Ilmu Pengetahuan Bumi secara menyeluruh.
Penulis :Muh. Arif
Laporan: Anas Irwan S.Pd M.Pd